Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.715, Pasar Nantikan Rilis Inflasi

Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.715, Pasar Nantikan Rilis Inflasi
Rupiah melemah ke posisi Rp17.715 per dolar AS di tengah pergerakan beragam mata uang kawasan dan negara maju.

Mata Uang Kawasan dan Negara Maju Bergerak Beragam

HORIZONNEWS.ID — Peso Filipina memimpin penguatan mata uang Asia dengan naik 0,14 persen, disusul ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,20 persen. Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,06 persen, yen Jepang turun 0,05 persen, dan yuan China terkoreksi 0,02 persen.

Won Korea Selatan terdepresiasi 0,20 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen. Di kelompok mata uang utama negara maju, dolar Australia menguat 0,06 persen, sementara euro melemah 0,07 persen, poundsterling Inggris turun 0,04 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,08 persen, dan franc Swiss melemah 0,14 persen.

Proyeksi Analis: Potensi Menguat Terbatas

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak datar dengan ruang penguatan yang terbatas. Penyebabnya, dolar AS sedang terkoreksi, namun pelaku pasar masih bersikap wait and see.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi. Investor cenderung wait and see menantikan data-data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini," ujar Lukman.

Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Data Inflasi dan Perdagangan Menjadi Penentu Arah

Para pelaku pasar menantikan data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan rilis siang ini. Angka tersebut akan menjadi sinyal bagi pergerakan rupiah selanjutnya, termasuk bagi dunia usaha yang bergantung pada stabilitas nilai tukar.

Dengan rentang perkiraan yang masih lebar, volatilitas rupiah tetap perlu dicermati pelaku industri yang memiliki transaksi dalam valuta asing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index